|
Pusat Studi Wanita IAIN Sumatera Utara (PSW)
Pusat studi ini dibentuk pada tahun 1991 dengan Keputusan Rektor IAIN Sumatera Utara Nomor 24 tahun 1991. Pusat studi ini dibentuk berdasarkan kenyataan bahwa IAIN sebagai sebuah Perguruan Tinggi Agama dituntut untuk mampu menjawab permasalahan kedudukan dan peran wanita yang berkembang di masyarakat dan untuk memasyarakatkan pesan dan nilai-nilai Islam mengenai pengembangan sumber daya wanita sebagai makhluk Tuhan.
Kegiatan yang telah dilakukan oleh Pusat Studi ini antara lain: penelitian, seminar dan diskusi yang diselenggarakan secara berkala dan kontinu. Berdasarkan Keputusan Rektor IAIN Sumatera Utara Nomor 104 Tahun 2007, Pusat Studi Wanita IAIN Sumatera Utara sekarang ini dipimpin oleh Dra. Hj. Dahlia Lubis, M.Ag.
2. Pusat Informasi dan Konseling HIV/AIDS latHIVa IAIN Sumatera Utara
Masalah HIV/AIDS semakin hari semakin kompleks. Hal ini bukan saja disebabkan obat ataupun vaksin untuk mencegahnya tidak ada namun juga sudah menyangkut kepada persoalan ekonomi, politik, sosial, budaya, hukum, ketenagakerjaan, agama dan kualitas sumber daya manusia. Bahkan virus HIV sudah menjangkiti kelompok anak baru lahir dan ibu rumah tangga yang termasuk risiko rendah yang dalam kesehariannya tidak melakukan perbuatan berisiko.
Bila kondisi ini tidak segera dicegah dan diwaspadai, maka jumlah pengidap HIV dan AIDS akan terus bertambah dan akan terjadi ledakan kasus diperkirakan sekitar 5 – 10 tahun mendatang. Estimasi UNAIDS hingga akhir 2007 menunjukkan bahwa kasus HIV dan AIDS di dunia telah mencapai 33,2 juta orang, dengan penambahan kasus baru sebanyak 2,5 juta orang. Dengan julukan The Fastest Growing Epidemic, Departemen Kesehatan RI mencatat bahwa hingga Januari 2008 di Indonesia terdapat kasus HIV = 6.066 dan AIDS = 11.141, total 17.207 dan kasus HIV dan AIDS ini terdapat pada kelompok usia, seperti 20 – 29 tahun sebanyak 53,87 % dan usia 30 – 39 tahun sebanyak 27,71 %. Kedua kelompok usia produktif tersebut merupakan jumlah terbesar dibandingkan kelompok umur lainnya. Adapun Sumatera Utara, menurut Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara hingga Maret 2008 terdapat 1.232 kasus yang terdiri dari HIV = 732 dan AIDS = 500 dan tersebar di 19 Kabupaten/Kota. Hubungan seks dan penyalahgunaan narkoba suntik yang berganti-gantian menjadi dua faktor risiko utama penularan.
Sepak terjang latHIVa IAIN Sumatera Utara dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Sumatera Utara sejak tahun berdirinya, 2000, hingga saat ini, 2008, masih terus dirasakan baik di dalam kampus maupun diluarnya. Bahkan latHIVa IAIN Sumatera Utara selalu terlibat dalam pertemuan penanggulangan HIV dan AIDS di tingkat Internasional, antara lain tahun 2003 memperoleh IDEP Awards pada pertemuan PBB di New York; dan tahun 2004 presentasi tentang Strategi Penanggulangan HIV dan AIDS wilayah Sumatera Utara di Srilanka. Tahun 2005 mengikuti Kongres AIDS di Asia dan Pasific di Kobe, Jepang. Tahun 2007 mengikuti Pertemuan Tokoh Muslim Dunia tentang HIV dan AIDS di Addis Ababa, Ethiopia yang dihadiri oleh Drs. Achmad Ramadhan, M.A. bersama Pembantu Rektor I IAIN Sumatera Utara, almarhum Dr. H. Lahmuddin Nasution, M.A.
Berbagai aktivitas yang telah dilakukan oleh latHIVa IAIN SU, antara lain: (1) Penyuluhan HIV dan AIDS bagi mahasiswa baru IAIN SU, (2) Penyuluhan HIV dan AIDS bagi masyarakat di lokasi KKN dan beberapa Kabupaten/Kota lainnya, (3) Pameran HIV dan AIDS dan Narkoba bersama Lembaga Non-Struktural di IAIN SU, (4) Pameran HIV dan AIDS dan Narkoba pada Pameran Syari’ah bersama Pemko Medan di Kota Medan, (5) Mengadakan pelatihan Pertolongan Pertama bagi mahasiswa IAIN SU dan siswa/i dan guru di Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah dan sekolah umum, (6) Membuat media KIE HIV dan AIDS, (7) Mengadakan Dialog Interaktif tentang Pemberdayaan Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA), (8) Bersama Pemprovsu terlibat dalam Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) dan berbagai perlombaanya yang mengantarkan relawan latHIVa meraih beberapa juara, (9) Mengikuti berbagai Seminar dan Konferensi tentang HIV dan AIDS dan Narkoba di tingkat regional, nasional dan Internasional, (10) MengikutsertakanlatHIVa ke dalam Forum Kelompok Peduli (FKP) AIDS di Sumatera Utara, (11) Mengadakan rekrutmen relawan latHIVa IAIN SU yang seluruhnya hingga 2008 berjumlah 900 orang dan yang masih aktif saat ini berjumlah 300 orang.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Rektor IAIN SU tahun 2000, Drs. Achmad Ramadhan, MA ditunjuk menjadi Koordinator Pusat Informasi dan Konseling HIV dan AIDS dan Narkoba, latHIVa IAIN Sumatera Utara. SK ini telah diperbaharui, dengan terbitnya Keputusan Rektor IAIN SU Nomor 168 Tahun 2008, yang menunjuk kembali Drs. Achmad Ramadhan, M.A. sebagai Koordinator latHIVa IAIN Sumatera Utara.
3. Badan Dakwah dan Pembinaan Sumber Daya Masyarakat (BDPSDM)
Badan Dakwah Pembinaan Sumber Daya Masyarakat (BDPSDM) Fakultas Dakwah IAIN SU berdiri pada tahun 1993. Kegiatan utamanya adalah melaksanakan pembinaan masyarakat minoritas muslim dengan memberikan bimbingan dan penyuluhan serta pengarahan yang berlangsung secara kontinu, agar masyarakat Islam di daerah minoritas muslim semakin mendalami ajaran Islam secara baik dan benar. Lembaga ini diketuai oleh Prof. Dr. H. Ilhamuddin, M.A.
4. Pusat Pelayanan Bimbingan Konseling
Pusat Pelayanan Bimbingan Konseling ini didirikan adalah untuk memberikan layanan konseling dan konsultasi untuk masyarakat kampus dan masyarakat luas, perorangan dan lembaga organisasi. Di samping itu lembaga ini menyediakan paket pelayanan pelatihan pengembangan kepribadian dan profesi, juga menyediakan paket psycho-testuntuk kepentingan penelitian, pengembangan dan pelatihan.
Dalam kiprahnya Lembaga ini telah melakukan pelayanan, bimbingan dan konsultasi psikologi bagi keluarga besar IAIN Sumatera Utara dan masyarakat umum. Di samping itu juga telah beberapa kali melakukan pelatihan guru pembimbing di sekolah-sekolah dan madrasah. Lembaga ini diketuai oleh Drs. Khairuddin, M.Pd.
5. Pusat Informasi Kerja dan Usaha Mandiri (PIKRUN)
Pusat Informasi Kerja dan Usaha Mandiri (PIKRUN) IAIN Sumatera Utara, merupakan lembaga non struktural IAIN Sumatera Utara yang bertujuan untuk: (1) mengumpulkan informasi tentang lapangan kerja dan usaha mandiri yang mungkin diisi atau dikembangkan oleh alumni dan masyarakat luas, melalui kerja sama dan jaringan dengan berbagai pihak, (2) mensosialisasikan informasi kerja yang telah terkumpul tersebut kepada mahasiswa dan alumni IAIN Sumatera Utara, serta kepada masyarakat yang memerlukannya, (3) menjembatani alumni sebagai pencari kerja dengan dunia usaha, (4) mengembangkan potensi mahasiswa dan alumni dalam menciptakan jaringan informasi lapangan kerja dan usaha mandiri yang berbasis pada pemberdayaan rakyat, (6) membantu mahasiswa, alumni, dan pihak lain dalam mengembangkan usaha.
Dengan terbentuknya institusi ini diharapkan akan ada informasi yang terus menerus dapat diperoleh mahasiswa dan alumni mengenai pasar kerja, dan dapat pula menjadi tempat latihan bagi pembukaan lapangan kerja baru bagi alumni IAIN Sumatera Utara. Direktur lembaga ini dipercayakan kepada Drs. Zulkarnain Nasution, M.A.
6. Pusat Studi Kependudukan dan Lingkungan Hidup IAIN Sumatera Utara (PSKLH)
Pusat studi ini dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Rektor IAIN Sumatera Utara Nomor 41 Tahun 1998 yang bergerak dalam bidang pengkajian, penelitian, pelatihan, penerbitkan buletin, dan penyuluhan kepada masyarakat, khususnya yang berhubungan dengan permasalahan Kependudukan dan Lingkungan Hidup. Sesuai dengan semangat baru pembentukannya, pusat studi ini juga dalam giat-giatnya merealisasikan berbagai programnya.
Dalam beberapa tahun terakhir ini PSKLH IAIN Sumatera Utara telah melaksanakan pelatihan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dalam berbagai tingkatan, yaitu: (1) tingkat dasar, 18 angkatan, (2) tingkat penilai, 6 (enam) angkatan, dan (3) tingkat penyusun, 8 (delapan) angkatan. Peserta pelatihan terdiri atas berbagai unsur perguruan tinggi dan instansi, serta berbagai daerah tingkat I se Sumatera, seperti: Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, dan juga dari berbagai daerah Tingkat II di Sumatera Utara. Selain itu, pada tahun 2003 lembaga ini juga telah melaksanakan Penelitian Kebijakan bagi Pelastarian Hutan Mangrove. Dalam melaksanakan kegiatannya, PSKLH IAIN Sumatera Utara selalu bekerja sama dengan Bapedalda Sumatera Utara.
Di samping melaksanakan pelatihan, PSKLH ini juga aktif menyelenggarakan workshop, seminar dan symposium, seperti Seminar Hari Bumi, Seminar Hari Lingkungan Hidup dan lain-lain. Lembaga ini merupakan anggota resmi Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan Perguruan Tinggi se Indonesia. Berdasarkan Keputusan Rektor IAIN Sumatera Utara Nomor 118 Tahun 2008, PSKLH IAIN Sumatera Utara diketuai oleh Drs. H. Irwan Nasution, M.Sc., yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara.
7. Forum Pengkajian Ekonomi dan Perbankan Islam IAIN Sumatera Utara (FKEBI)
Forum ini dibentuk berdasarkan keinginan untuk terlibat dalam menyelesaikan persoalan perekonomian umat Islam. Kegiatan yang telah dilakukan oleh forum ini meliputi workshop dan pelatihan-pelatihan perbankan dan ekonomi Islam. Juga diadakan dialog dan sumbang-saran serta kerjasama dengan banyak pihak terkait yaitu para akademisi dalam bidang ekonomi dari perguruan tinggi umum, para praktisi perbankan dan pengusaha-pengusaha. Kajian-kajian dan kerja intensif dari forum ini telah menghasilkan tindak lanjut nyata berupa pendirian institusi Bank Syari’ah yang bernama Bank Syari’ah Puduarta Insani serta program pendidikan formal D.III bidang manajemen, bank dan ekonomi Isam. Yang pertama merupakan laboratorium praktek dan pengembangan mekanisme pelaksanaan sistem ekonomi Islam, sedang yang kedua dimaksudkan sebagai laboratorium untuk mencetak tenaga-tenaga praktisi pengelola sistem ekonomi Islam. Sebagai Excekutive Director dipercayakan kepada Dr.H. Amiur Nuruddin, MA.
8. IAIN Press
IAIN Press adalah Badan Penerbit yang dibentuk oleh IAIN Sumatera Utara sebagai lembaga non struktural yang berfungsi sebagai penyelenggara penerbitan karya-karya ilmiah yang bermutu melalui penerbitan buku-buku dan media publikasi lainnya, sehingga diharapkan dapat menjadi icon perkembangan penerbitan literatur pemikiran keagamaan di Sumatera Utara.
Misi IAIN Press adalah: (1) menerbitkan karya-karya ilmiah bidang sosial keagamaan, (2) melaksanakan pemberdayaan dan pemberi bantuan bagi masyarakat dalam bidang perbukuan, (3) melaksanakan pembinaan dan penulisan buku, dan grafika bagi dosen muda dan mahasiswa, (4) melaksanakan kegiatan keilmuan yang dapat mendorong penulisan, pengembangan, dan pemasyarakatan karya-karya ilmiah keagamaan.
Sebagai pengelola IAIN Press dipercayakan kepada Drs. Parluhutan Siregar, M.Ag.
9. Pusat Layanan Psikologi IAIN Sumatera Utara
Pusat Layanan Psikologi ini dibentuk pada tahun 2006, dengan melaksanakan berbagai kegiatan dan tugas, antara lain: (1) melaksanakan pengkajian tentang pengembangan psikologi berwawasan Islam dalam bentuk seminar, penelitian dan diskusi berkala, (2) mengumpulkan data dan berbagai informasi ilmiah tentang pengembangan psikologi berwawasan Islam, (3) menerbitkan buletin/jurnal tentang psikologi berwawasan Islam, (4) melaksanakan penyuluhan dan bimbingan terhadap individu dan lembaga-lembaga yang membutuhkan bantuan, baik secara teknis maupun teoritis, (5) mengadakan pelatihan psikologi berwawasan Islam.
Direktur Pusat Layanan Psikologi dijabat oleh H. Abdul Aziz Rusman, Lc., M.Si.
10. Pusat Konseling Keluarga Fakultas Dakwah IAIN Sumatera Utara
Sebagai pusat konseling keluarga, kegiatan utama lembaga ini adalah memberikan pelayanan konseling keluarga, terutama dalam menanggulangi berbagai persoalan psikologis yang terjadi dalam kehidupan berkeluarga.
Selain melaksanakan berbagai kegiatan ilmiah seperti seminar, workshop dan diskusi berkala tentang berbagai hal mengenai konseling keluarga, lembaga ini juga secara kontinu memberikan penyuluhan dan pelayanan konseling terhadap masyarakat luas yang membutuhkan bantuan. Lembaga ini diketuai oleh Dr. Lahmuddin Lubis, M.Ed.
11. Pusat Pengembangan Lembaga Dan Sumber Daya Pendidikan (PPLSDP)
Visi lembaga ini adalah: "PPLSDP sebagai pusat kajian peningkatan mutu lembaga dan sumber daya tenaga kependidikan untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan Stakeholders pendidikan". Sedangkan misinya adalah: (1) membantu terselenggaranya manajemen pendidikan bermutu yang mengacu kepada kepentingan dan kebutuhanstakeholders pendidikan; (2) memberikan advokasi untuk terciptanya lembaga kependidikan yang mengacu kepada akuntabilitas publik; (3) mewujudkan standar kompetensi tenaga kependidikan sesuai dengan kompetensi pembelajaran nasional; (4) memperkuat profesionalisasi tenaga kependidikan guru untuk mencapai standart kinerja pendidikan secara nasional; dan (5) mengembangkan potensi tenaga kependidikan secara kreatif dan inovatif untuk memenuhi tuntutan kontekstual. Berdasarkan Keputusan Rektor IAIN Sumatera Utara Nomor 116 Tahun 2008, Direktur PPLSDP adalah Drs. Amiruddin Siahaan, M. Pd.
12. Center For Philological Studies (CEPHIS)
Center for Philological Studies (CEPHIS) adalah lembaga non struktural dengan mengedepankan visi menjadikan masyarakat Muslim Sumatera Utara memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lengkap mengenai sejarah Islam masa lalu, termasuk pola-pola kultural dan perkembangan pengkajian Islam melalui naskah-naskah klasik dan benda-benda arkeologis yang sudah terungkap melalui pengkajian akademis.
Sedangkan misi CEPHIS adalah: (1) menggali sejarah perkembangan Islam di Sumatera Utara mulai sejak awal diperkenalkannya kepada masyarakat sampai pada tumbuh dan berkembangnya kesultanan-kesultanan, (2) mendalami pola-pola kultural dan nilai-nilai kearifan lokal yang pernah hidup dan berkembang pada lingkungan masyarakat Muslim Sumatera Utara pada masa lalu dan mencari relevansinya dengan budaya yang hidup pada zaman sekarang, (3) mengumpulkan dan mempelajari naskah-naskah Islam klasik yang merupakan karya-karya monumental para ulama pada masa lalu yang terdapat di Sumatera Utara, dan (4) menyebarluaskan temuan-temuan yang berkenaan dengan sejarah dan pengetahuan Islam yang digali dari warisan Islam masa lalu dan mengemasnya agar bermanfaat bagi umat Islam saat ini. Direktur CEPHIS dijabat oleh Dr. Fakhriati, M.A.
13. Institute for Peace and Human Right (IPHR)
Institute for Peace and Human Right (IPHR) adalah sebuah lembaga non struktural di lingkungan IAIN Sumatera Utara yang memfokuskan aktivitasnya pada upaya-upaya pembinaan hubungan harmonis antar kelompok-kelompok dalam masyarakat, dan memperjuangkan tegaknya hak-hak asasi manusia (HMA). Visi yang dikembangkan adalah menjadi kelompok terdepan dalam mempromosikan perdamaian dan perlidungan terhadap hak-hak asasi manusia. Dengan visi ini IPHR mengemban misi untuk membangun budaya damai dengan mengedepankan nilai-nilai toleransi, keadilan, dan penghargaan terhadap HAM; serta menginisiasikan kerjasama baik dengan lembaga pemerintah maupun non pemerintah dan mengembangkan jaringan global dalam rangka membangun perdamaian dan mempromosikan HAM.
Program utama lembaga ini adalah, melakukan seminar regular, konferensi, lokakarya, penelitian, dan publikasi menyangkut isu-isu perdamaian dan HAM. Dalam bentuk yang praktis, lembaga ini juga melakukan aksi-aksi sosial/bantuan kemanusiaan terhadap kelompok-kelompok masyarakat tertindas atau yang berkonflik. Selain itu, lembaga ini juga mengupayakan pemberian beasiswa kepada siswa dan mahasiswa kurang mampu dan berprestasi yang mempunyai concern terhadap perdamaian dan HAM.
Lembaga ini didirikan pada tanggal 30 Oktober 2007 yang diketuai oleh Dr. Phil. H. Zainal Fuad, M.A. melalui SK Rektor IAIN Tahun 2007.
14. Pusat Studi Teologi dan Etika Transformatif (PS-TET)
Visi lembaga ini adalah teologi dan etika Islami menjadi kekuatan mental dan spritual yang mampu mendorong dan memberi arah bagi pemimpin sosial, ekonomi, budaya, politik, dan pemerintahan dalam melaksanakan tugas kepemimpinan untuk mewujudkan masyarakat madani.
Sedangkan misi lembaga adalah melaksanakan kajian kritis-konstruktif dan menyebarluaskan konsep-konsep teologi dan etika transformatif yang mampu memberi kekuatan mental dan spritual bagi pejabat pemerintah, tokoh-tokoh agama, manajer perusahaan, pemimpin organisasi sosial keagamaan dan masyarakat dalam rangka akselarasi pembangunan masyarakat madani yang ditandai dengan terwujudnya tatanan sosial, ekonomi, politik, budaya, dan pemerintahan yang maju dan berperadaban. Lembaga PSTET dipimpin oleh Drs. Sukiman, M.Si.
15. Forum for Civic Education (INFO-CE)
Visi Indonesia Forum for Civic Education (INFO-CE) IAIN Sumatera Utara adalah "Sebagai forum kajian dan pengembangan bagi tumbuhnya masyarakat madani Indonesia yang demokratis dan beradab".
Misi forum ini adalah: (1) membantu mensosialisasikan program pendidikan kewarganegaraan (Civic Education) model baru sebagai pengganti (subsitusi) Pendidikan Kewarganegaraan/Kewiraan yang telah dicabut oleh pemerintah; (2) mewujudkan masyarakat Indonesia yang madani melalui penyemaian (desiminasi) nilai-nilai masyarakat madani yang bersumber dari ajaran Islam; dan (3) memperkuat posisi masyarakat madani dalam menciptakan masyarakat Indonesia baru yang lebih demokratis, maju dan beradab.
16. Pusat Studi dan Dialog Lintas Agama dan Budaya (PUSDILAB)
Pusat studi dan dialog lintas agama dan budaya, bersifat lintas agama dan budaya, sebagai peran serta dalam menciptakan dialog dan kajian dalam rangka harmonisasi dan kerukunan antar umat beragama dan berbagai elemen masyarakat, bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat dalam membangun kerukunan dan harmonisasi di berbagai kehidupan yang didasarkan atas religiusitas. Misi PUSDILAB adalah; (1) melaksanakan sebagian program IAIN Sumatera Utara yang berhubungan dengan dialog dan kajian dalam pembinaan dan peningkatan harmonisasi kehidupan lintas agama dan budaya; (2) memberikan kontribusi kepada IAIN SU dan pemerintah tentang hal-hal yang berhubungan dengan dialog dan kajian dalam pembinaan dan peningkatan harmonisasi kehidupan lintas agama dan budaya; dan (3) meningkatkan hubungan antar umat beragama kearah yang lebih harmonis, religius, humanis, inklusif, dan pluralis. PUSDILAB dipimpin oleh Drs. Abu Syahrin, M.Ag.
|